Faktor Risiko Kesemutan

Faktor Risiko Kesemutan – Kesemutan adalah sensasi abnormal yang dapat terjadi di bagian tubuh manapun, tetapi paling sering dirasakan di tangan, kaki, lengan, atau kaki. Kesemutan terjadi karena aliran darah yang tidak lancar atau sarafnya lemah (neuropati).

Faktor Risiko Kesemutan

Faktor Risiko Kesemutan

Penyebab Kesemutan

Kesemutan disebabkan oleh beberapa faktor dibawah ini :

  • Posisi duduk atau berdiri untuk waktu yang lama
  • Tekanan pada saraf tulang belakang
  • Kekurangan Vitamin B-12
  • Tingkat abnormal kalsium, kalium atau natrium dalam tubuh
  • Kondisi medis tertentu, termasuk diabetes, tiroid kurang aktif, multiple sclerosis, kejang, migrain atau sakit kepala biasa
  • Kurangnya aliran darah ke daerah tertentu. Misalnya, penumpukan plak dari aterosklerosis di kaki dapat menyebabkan nyeri, mati rasa, dan kesemutan sambil berjalan.

Faktor Risiko Kesemutan dari beberapa penyakit seperti :

Beberapa faktor resiko kesemutan terhadap suatu penyakit adalah :

  1. Penyakit jantung
    Untuk kasus penyakit jantung, kesemutan biasanya juga muncul karena adanya suatu komplikasi dari penyakit jantung dan juga saraf. Yang terjadi contohnya adalah pada penderita penyakit jantung yang sedang melakukan operasi pemasangan katup jantung. Saat pemasangan dilakukan, ada suatu pembekuan darah yang menempel dan kekmudian akan terbawa ke aliran darah atas, dan setelah itu menyumbat pada satu pembuluh darah di otak. Jika sumbatan yang terjadi pada otak itu kebetulan mengenai salah satu darah yang mengatur sistem sensorik pada penderita, biasanya penderita akan merasakan sensasi kesemutan yang terjadi hanya sebelah saja. Jika daerah yang mengatur sistem motorik juga terkena kesemutan, maka faktor resiko kesemutan adalah mengalami kelumpuhan.
    Untuk pasien penyakit jantung, kesemutan yang terjadi bisa muncul karena adanya suatu komplikasi penyakit jantung dengan saraf. Yang terjadi salah satunya adalah jika si pasien sedang menjalani operasi transplantasi, adanya suatu pembekuan darah yang lama kelamaan akan terbawa aliran darah menuju ke atas, sehingga akan terjadi suatu penyumbatan pada otak. Jika kebetulan sumbatan tadi mengenai daerah yang mengendalikan sistem sensori, maka penderita biasanya akan merasakan kesemutan yang hanya terjadi sebelah saja.
  2. Penyakit rematik
    Penyakit rematik bisa menimbulkan masalah kesemutan atau juga rasa tebal. Gejala dari kesemutan yang disebabkan akibat rematik ini baisanya akan hilang dengan sendirinya jika penyakit rematik sudah sembuh. Untuk kasus ini, saraf yang terjepit bukan suatu akibat dari tertekan namun karena sendi pada pergelangan tangan yang mengalami perubahan bentuk akibat dari faktor usia. Operasi yang bisa dilakukan oleh ahli bedah saraf untuk membantu mengendurkan saraf tadi. Namun, jika penyakit rematik ini bisa diobati, maka tindakan operasi tidak dibutuhkan.
  3. Penyakit stroke
    Pada penderita penyakit stroke yang terjadi juga hampri sama. Bahkan juga terjadi lebih dari itu, jika yang diserang adalah pada sistem motorik. Maka biasanya ia akan mengalami kelumpuhan. Namun jika yang diserang adalah sistem motorik saja ia hanya akan merasakan kesemutan disebelah saja.

Pada anak-anak mereka juga beresiko untuk mengalami gangguan kesemutan. Namun jika suatu saat anak mengeluhkan kesemutan di jari-jari tangan dan setelah itu merambaat ke atas kemungkinan mereka mengalami masalah kekurangan vitamin. Dan biasanya hal ini dialami oleh anak-anak yang agak besar, namun kesemutan yang terjadi pada anak-anak jarang terjadi, karena jaringan saraf mereka masih fleksibel dan anak-anak biasanya lebih aktif dalam melakukan suatu gerakan.

Cara Mengatasi Kesemutan

Cara mengatasi kesemutan secara alami adalah :

  1. Perbaiki aliran darah pada bagian tubuh yang mengalami kesemutan, misalnya adalah dengan cara memijat atau juga dengan menggerakkan bagian tubuh yang mengalami kesemutan dengan lebih perlahan.
  2. Memberikan obat yang mengandung akan vitamin B1, B6, dan B12 untuk membantu mengembalikan fungsi dari saraf sehingga kesemutan lama kelamaan akan hilang.
  3. Menghindari konsumsi minuman yang mengandung alkohol karena minuman yang mengandung alkohol akan menyebabkan  defisiensi pada vitamin V, dan paling utama adalah vitamin B1 yang sangat dibutuhkan untuk melakukan aktivitas saraf.
  4. Mengonsumsi buah-buahan misalnya seperti buah pisang dan juga buah kelapa muda.

Cara mencegah faktor resiko kesemutan adalah :

  1. Menjaga sikap dan menjaga posisi
    Setiap kali Anda sedang melakukan suatu aktivitas, tidak ada salahnya jika kita tetap menjaga sikap dan menjaga posisi tubuh yang bisa menekan saraf serta peredaran darah, misalnya adalah dengan menonton televisi sambil tiduran atau juga sambil menulis dilantai dan sambil tengkurap. Sebaiknya hindarilah tidur pada bagian yang keras.
  2. Melakukan olahraga secara teratur
    Mencegah kesemutan terjadi dengan melakukan olahraga secara teratur karena cara ini bisa membantu melancarkan sistem peredaran darah. Sirkulasi yang buruk atau juga kurangnya asupan darah pada tangan serta kaki, bisa mengakibatkan terjadinya mati rasa dan kesemutan. Keadaan seperti ini biasanya terjadi disaat Anda sedang melakukan olahraga otot yang berat atau saat udara sedang dingin.
  3. Mencukupi kebutuhan vitamin B1
    Kurangnya asupan vitamin B1 bisa menjadi sangat mengganggu aliran darah atau rangsangan yang terjadi pada sistem saraf. Untuk membantu memenuhi kebutuhan dari vitamin B, maka kita bisa mengonsumsi jenis makanan yang lebih banyak mengandung zat besi. Serta bahan makanan yang mengandung zat atau serat antara lain adalah sayuran hijau yang segar, daging merah dan biji-bijian.

Faktor Risiko Kesemutan


=====================================

>>> Propolis – Obat Kesemutan Mengatasi Berbagai Keluhan Kesemutan Secara Alami, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Kesemutan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Faktor Risiko Kesemutan

  1. Haryuni Ponorogo Jatim says:

    Tq…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *